Langsung ke konten utama

IDEOLOGI MUHAMMADIYAH: MUQADIMAH ANGGARAN DASAR, MATAN KEYAKINAN DAN CITA-CITA HIDUP MUHAMMADIYAH, DAN KEPRIBADIAN MUHAMMADIYAH

IDEOLOGI MUHAMMADIYAH


NAMA    : Nafi'ul Umam

NIM        : 202310280211018

MAGISTER MANAJEMEN

A. Pendahuluan


    Muhammadiyah adalah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan sosial, pendidikan, dan keagamaan di negara ini. Sebagai organisasi Islam moderat, Muhammadiyah telah berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Artikel ini akan menjelaskan secara mendalam tentang ideologi Muhammadiyah, yang terdiri dari Muqadimah Anggaran Dasar, Matan Keyakinan, cita-cita hidup, dan kepribadian organisasi ini.

B. Pembahasan

1) Muqadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah

        Muqadimah Anggaran Dasar Muhammadiyah merupakan dokumen yang mencerminkan nilai-nilai dan prinsip dasar yang mengatur organisasi ini. Muqadimah ini ditetapkan pada Muktamar Muhammadiyah tahun 1926 dan menjadi panduan utama dalam menjalankan aktivitas Muhammadiyah. Dalam Muqadimah ini, terdapat beberapa poin kunci yang perlu dijelaskan:

Taqwa kepada Allah: Prinsip utama dalam Muqadimah ini adalah taqwa kepada Allah. Ini mencerminkan komitmen organisasi ini terhadap Islam sebagai landasan moral dan etika dalam setiap aktivitas yang dijalankan. Muhammadiyah menganggap agama sebagai landasan utama yang harus dijunjung tinggi dalam semua aspek kehidupan.

Sosial, Pendidikan, Kesehatan: Muqadimah Anggaran Dasar juga menetapkan tiga bidang utama yang menjadi fokus utama organisasi ini, yaitu sosial, pendidikan, dan kesehatan. Ini mencerminkan visi Muhammadiyah untuk membangun masyarakat yang lebih baik melalui upaya-upaya konkrit dalam bidang-bidang tersebut.

Kemandirian: Muqadimah juga menekankan pentingnya kemandirian organisasi dalam mencapai tujuannya. Ini mencakup pembiayaan yang mandiri dan otonomi dalam pengambilan keputusan.

2) Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah

    Matan Keyakinan Muhammadiyah adalah serangkaian keyakinan fundamental yang membentuk landasan agama organisasi ini. Keyakinan-keyakinan ini adalah:

Kemurnian Tauhid: Muhammadiyah menganut keyakinan pada kemurnian tauhid, yaitu keyakinan kepada keesaan Allah. Hal ini menjadi landasan iman yang paling dasar bagi anggota Muhammadiyah.

Pentingnya Agama: Muhammadiyah meyakini bahwa agama Islam adalah agama yang sempurna dan menjadi panduan dalam kehidupan. Organisasi ini berkomitmen untuk menyebarkan dan mempertahankan ajaran Islam yang benar.

Keimanan dan Ketaqwaan: Muhammadiyah menekankan pentingnya keimanan dan ketaqwaan kepada Allah dalam semua aktivitas yang dijalankan. Ini mencerminkan nilai-nilai moral dan etika yang tinggi dalam organisasi ini.

Cita-cita hidup Muhammadiyah adalah sebagai berikut:

Pembangunan Karakter dan Moral: Organisasi ini berkomitmen untuk mengembangkan karakter dan moral individu dan masyarakat, sehingga menciptakan masyarakat yang lebih baik.

Kemajuan Sosial: Muhammadiyah memiliki cita-cita untuk meningkatkan taraf hidup umat Islam melalui berbagai upaya dalam bidang pendidikan, sosial, dan kesehatan.

3) Kepribadian Muhammadiyah

        Kepribadian Muhammadiyah tercermin dalam berbagai tindakan dan kontribusi yang diberikan oleh organisasi ini dalam masyarakat. Berikut beberapa aspek kunci dalam kepribadian Muhammadiyah:

Pendidikan: Muhammadiyah memiliki peran penting dalam pendidikan di Indonesia. Organisasi ini mendirikan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang memiliki reputasi tinggi dalam memberikan pendidikan berkualitas. Pendidikan menjadi alat penting untuk mencapai cita-cita hidup Muhammadiyah dalam meningkatkan taraf kehidupan umat Islam.

Sosial: Muhammadiyah juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk pendirian panti asuhan, rumah sakit, dan berbagai program kesejahteraan masyarakat. Ini mencerminkan komitmen organisasi ini untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Kerja Sama: Muhammadiyah menjunjung tinggi semangat kerja sama dan dialog antaragama. Organisasi ini berusaha untuk membangun perdamaian dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Inklusifitas: Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang inklusif yang menyambut berbagai lapisan masyarakat, tanpa memandang suku, agama, atau latar belakang sosial. Ini mencerminkan semangat keberagaman dan kesetaraan dalam organisasi ini.

C. Kesimpulan

        Ideologi Muhammadiyah yang terdiri dari Muqadimah Anggaran Dasar, Matan Keyakinan, cita-cita hidup, dan kepribadian Muhammadiyah membentuk fondasi yang kuat bagi organisasi ini dalam mencapai visi dan misinya. Prinsip-prinsip taqwa kepada Allah, kemurnian tauhid, ketaqwaan, dan kemandirian menjadi landasan moral dan etika yang mendorong Muhammadiyah dalam berbagai aktivitasnya.

       Cita-cita hidup Muhammadiyah yang mencakup pembangunan karakter, moral, dan kesejahteraan umat Islam menjadi panduan dalam upaya menciptakan masyarakat yang lebih baik. Kepribadian Muhammadiyah tercermin dalam komitmen mereka terhadap pendidikan, sosial, kerja sama antaragama, dan inklusifitas.

Daftar Pustaka

Ismail, A. (1995). Sejarah Muhammadiyah: Pergulatan pemikiran dan kekuatan sosial. Jakarta: PT Mizan Pustaka.

Hasan, N. (2008). Muhammadiyah: Pembaharuan dalam Islam. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Nasution, A. A. (1994). Modernisasi Islam di Indonesia: Pandangan aliran Muhammadiyah dan NU. Jakarta: Bulan Bintang.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROMOSI KESEHATAN

PROMOSI KESEHATAN 1.       Definisi Promosi Kesehatan Promosi Kesehatan adalah ilmu dan seni membantu masyarakat menjadikan gaya hiudp mereka sehat optimal. Menurut Green (Notoatmodjo, 2005). Promosi kesehatan adalah segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi, politik, dan organisasi yang dirancang untuk memudahkan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan WHO merumuskan promosi kesehatan sebagai proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Selain itu, untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, dan sosial masyarakat harus mampu mengenal, mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, serta mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya Dapat disimpulkan bahwa promosi kesehatan adalah program-program kesehatan yang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan), baik di dalam masyarakat sendiri, maupun dalam organisasi dan lingkungannya ...

MANFAAT DAUN BAMBU SEBAGAI OBAT TRADISIONAL

MANFAAT DAUN BAMBU SEBAGAI OBAT TRADISIONAL Nafi’ul Umam D-IV Promosi Kesehatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang nafiulumam30@gmail.com Abstrak . Bambu merupakan jenis tanaman yang banyak dijumpai di Indonesia. Sayangnya, pemanfaatan tanaman bambu belumlah maksimal, yakni sebatas batang serta tunasnya saja. Sementara sebagian besar masyarakat indonesia menggunakan daun bambu hanya dijadikan sebagai pembungkus makanan tradisional seperti lepet. Padahal di China, daun bambu dimanfaatkan sebagai ramuan obat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti meredakan batuk, sesak nafas, bahkan mampu mengobati maupun mencegah penyakit jantung, kanker, dan asam urat . Disini saya mencoba mengeksplorasi kekayaan alam di Indonesia dengan memanfaatkan daun bambu sebagai obat tradisional, dengan cara mengekstraknya. S elain sebagai obat tradisional, daun bambu dapat juga dimanfaatkan dengan mengolahnya menjadi kerupuk. Potensi alam Indonesia yang begitu bervariatif dengan keanek...